Buka Suara soal Kekerasan Seksual di Panggung Eropa, Voice of Baceprot Banjir Pujian

Voice of Baceprot merupakan band metal asal Bandung, Jawa Barat yang beranggotakan tiga perempuan be

Buka Suara soal Kekerasan Seksual di Panggung Eropa, Voice of Baceprot Banjir Pujian

Voice of Baceprot merupakan band metal asal Bandung, Jawa Barat yang beranggotakan tiga perempuan berhijab, Marsya,Sitti, dan Widi. Band yang terbentuk di bangku SMA ini sekarang telah menjadi sorotan dunia lantaran musiknya yang dinilai unik.

Baru-baru ini mereka melebarkan sayapnya ke kancah internasional dengan menggelar konser tur Eropa yang bernama "The Fight Dream Believe: European Tour 2021". Baru-baru ini mereka tampil di panggung Le Botanique, Brussels. Negara selanjutnya yang akan mereka kunjungi adalah Perancis dan Swiss.

Pada penampilannya di Brussel, mereka membawakan lagu terbarunya yang bertajuk God Allow Me (Please) to Play Music. Lagu tersebut merefleksikan kecemasan mereka saat menghadapi penolakan dari berbagai pihak terhadap perempuan berhijab yang menyanyikan lagu metal.

Tak hanya menyuarakan fenomena sosial dan stigma tentang perempuan berhijab, Voice of Baceprot juga membagikan pendapatnya terkait isu kekerasan seksual yang marak terjadi di tanah air.

"... korban dari kekerasan seksual yang dilakukan oleh guru agama di sebuah sekolah Islam di Jawa Barat Indonesia, dan 8 dari mereka hamil," ucap Marsya dalam bahasa Inggris.

Dia juga mengangkat kejadian yang menimpa Novia Widyasari, korban pemerkosaan yang berujung bunuh diri.

"Sebelum insiden ini, ada sebuah kasus di mana kami kehilangan perempuan cantik yang diperkosa oleh pacarnya, lalu dipaksa untuk melakukan aborsi, hingga akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri di depan kuburan ayahnya," imbuhnya.

Sang vokalis pun menyatakan dengan lantang bahwa dirinya sebagai sesama perempuan dapat merasakan kepedihan yang sama dengan korban.

"Aku dapat merasakan kepedihan yang dirasakannya. Aku tahu betapa sulitnya menemukan ruang aman untuk perempuan di dunia ini," lanjutnya.

Lebih lanjut, Marsya juga menyampaikan bahwa impian grup band asal Garut itu adalah pengharapan agar semua perempuan di dunia dapat bebas mengekspresikan diri.

"Jadi, oleh karena itu kami di sini bukan hanya untuk bermain musik, tetapi juga untuk memperjuangkan tempat aman untuk semua perempuan, di mana pun kalian berada," tegasnya.

Sebagai penutup, sang Vokalis mewakili seluruh anggota Voice of Baceprot menyampaikan pesan tegas untuk seluruh perempuan di dunia.

"Sekarang, aku ingin mengatakan sesuatu untuk seluruh saudara perempuan di luar sana, tolong kuatlah, dan jangan pernah merasa sendirian, percaya padaku," pungkasnya.

Mendengar pandangan dan pesan Voice of Baceprot tentang kekerasan seksual yang terjadi di tanah air, para netizen pun berbondong-bondong membanjiri kolom komentar dengan beragam reaksi bangga atas aksi band metal asal Garut itu.

"membicarakan kejadian yg terjadi, setidaknya tidak tentang musik saja.. mantap emang," tulis salah seorang netizen.

"keren.. menyuarakan kemanusiaan dan keadilan," tulis netizen lain.

"Terharu loh aku. Makasih teteh-teteh!" timpal netizen lainnya. (WS)