Bukan Cuma Penumpang, Aturan Baru untuk Kru Pesawat juga Diperketat

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pengetatan aturan bukan hanya diperuntukkan bagi para penumpang saja, melainkan kru pesawat.

Bukan Cuma Penumpang, Aturan Baru untuk Kru Pesawat juga Diperketat

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemengub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperketat upaya pencegahan masuknya varian baru Covid-19 Omicron melalui transportasi pesawat. Aturan tersebut berlaku sejak 3 Desember 2021.

Aturan itu tertera di dalam SE 106 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 102 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pengetatan aturan bukan hanya diperuntukkan bagi para penumpang saja, melainkan kru pesawat. Pengetatan kru ini dilakukan untuk pesawat domestik yang telah melakukan perjalanan internasional dan untuk pesawat asing.

“Mulai 3 Desember 2021 masa berlaku hasil negatif PCR kru pesawat menjadi 3×24 jam,” kata Novie dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (4/12).

Novie menjelaskan, dalam SE 106 2021 mengubah syarat PCR bagi personel pesawat udara asing semula 7×24 jam menjadi 3×24 jam. Kemudian, menambah ketentuan kewajiban tes PCR pada saat kedatangan bagi personel pesawat asing.

“Dengan perkembangan Omicron dari 11 negara dan tetangga-tetangga kita, kita lakukan lebih aware dengan menambah karantina termasuk filter crew kita,” ungkapnya.

Sebelum berangkat, baik kru dan penumpang wajib hasil tes negatif PCR dengan masa 3×24 jam, memiliki sertifikat vaksin minimal 14 hari sebelum keberangkatan, dan mengisi E-HAC. Setelah sampai di bandara tujuan, wajib tes PCR atau tes molekuler biotermal.

Kemudian, jika hasilnya negatif untuk WNI dan WNA selain dari 11 negara yang disebutkan dilarang masuk RI wajib karantina 10 hari. Lalu di hari 9 tes PCR kembali.

Sementara, bagi WNI yang datang dari 11 negara yang dilarang RI diizinkan masuk namun dengan karantina 14 hari. Dengan hari ke 13 tes PCR kembali. Jika hasilnya positif, WNI dan WNA wajib karantina di fasilitas isolasi terpusat atau rumah sakit.