Lili Siregar Disanksi Ringan, Ketua DPP PKS: KPK Semakin Menyedihkan

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar hanya mendapatkan sanksi ringan berupa pemotongan gaji oleh Dewan Pengawas KPK.

Lili Siregar Disanksi Ringan, Ketua DPP PKS: KPK Semakin Menyedihkan

JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar hanya mendapatkan sanksi ringan berupa pemotongan gaji oleh Dewan Pengawas KPK. Publik pun kecewa dengan putusan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani, Ali Sera, menilai, KPK saat ini semakin menyedihkan. Kata dia, kasus etik seharusnya bisa dihindari oleh pimpinan KPK bila memiliki integritas yang tinggi.

“KPK semakin menyedihkan, komisioner mestinya mereka yang menerapkan standar lebih tinggi. Urusan etik seperti kasus ini merupakan hal yang mestinya bisa dihindari karena tingginya nilai integritas internal komisi antirasuah. Harga integritas yang mahal,” ujar Mardani kepada wartawan, Kamis (2/9).

Mardani menuturkan kasus pelanggaran etik yang menimpa Lili Pintauli Siregar harus dijadikan pelajaran oleh para pimpinan lembaga antirasuah tersebut. Sehingga jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi. “Penilaian yang menjadi beban institusi serta beban moral yang bersangkutan, dan tentu saja menjadi pelajaran mahal bagi pimpinan KPK yang lain,” katanya.

Mardani menuturkan, dengan sanksi ringan yang didapatkan Lili Pintauli Siregar juga semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap KPK ini. “Kejadian ini sekaligus kian menggembosi optimisme maupun kepercayaan masyarakat yang mungkin diam-diam masih menaruh harap terhadap KPK,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mardani mengajak banyak pihak untuk sama-sama menjaga KPK. Jangan sampai timbul anggapan miring KPK ingin memberantas korupsi malah memberantas citranya sendiri.

“Ayo semua jaga KPK kita. Awasi, puji yang baik dan kritisi yang salah. Jangan sampai timbul anggapan miring seperti KPK bukan benar-benar ingin memberantas korupsi, tapi justru memberantas citra lembaga pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Sidang Etik Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean memutuskan bahwa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar melanggar kode etik.  Pelanggaran dilakukan ketika Lili Pintauli melakukan kontak Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial yang saat itu menjadi tersangka kasus suap di KPK.

Atas perbuatannya itu, Dewas KPK memberikan saksi berat kepada Lili Pintauli Siregar. Dewas memotong gaji Lili hingga 40 persen hingga satu tahun ke depan.

Dalam menjatuhkan putusan, Dewas KPK menimbang bahwa ada dua hal yang memberatkan Lili sehingga ia dijatuhi hukuman berat. Dewas menyebut Lili tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya dan tidak memberikan contoh dan teladan sebagai Pimpinan KPK. (*)