Menumbuhkan Sikap Moderat dalam Beragama di Lingkungan Sekolah

Moderasi beragama adalah cara manusia dalam beragama secara moderat artinya tidak berlebih-lebihan atau ekstreme, dalam hal ini dimaksudkan moderasi sebagai […] Artikel Menumbuhkan Sikap Moderat dalam Beragama di Lingkungan Sekolah pertama kali tampil pada GEOTIMES.

Menumbuhkan Sikap Moderat dalam Beragama di Lingkungan Sekolah

Moderasi beragama adalah cara manusia dalam beragama secara moderat artinya tidak berlebih-lebihan atau ekstreme, dalam hal ini dimaksudkan moderasi sebagai cara mereka dalam menjalankan agama, yaitu memiliki komitmen dengan ajaran agama dan menjalankan agama sesuai keyakinan dan ajarannya.

Dalam moderasi beragama sifat saling menghormati dan menghargai sangat penting untuk diajarkan kepada peserta didik. Keberagaman di dalam bangsa Indonesia menjadikan moderasi beragama sangat dibutuhkan untuk diajarkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang mendamaikan, penuh kasih sayang dan toleran di masa sekarang dan masa yang akan datang. Agar moderasi beragama terbentuk secara kuat di Negara Indonesia maka perlu kerjasama dari berbagai pihak, baik oleh individu, lembaga, masyarakat, maupun negara itu sendiri.

Setiap agama pasti memiliki aturan terkait dengan toleransi. agama islam dianut oleh mayoritas warga Indonesia yang tentunya memiliki aturan-aturan yang mengacu kepada kepentingan umat islam. Setidaknya, aturan-aturan itu memiliki hubungan antara misi moderasi beragama yang akan menjadi landasan Negara Indonesia.

Islam itu sendiri dalam pembentukan hukumnya memiliki lima prinsip yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta. Lembaga pendidikan sangat berperan penting dalam memutus mata rantai kekerasan yang mengatasnamakan agama. Oleh karena itu, kehidupan berbangsa dan bernegara yang multikultural ini.sangat memerlukan peran guru agama dalam menanamkan moderasi beragama.

Moderasi Beragama Bangsa Indonesia

TIM Kementrian Agama RI merumuskan definisi moderasi beragama ialah memiliki makna kemajemukan dan mutlak diperlukan dalam berbagai kondisi bangsa Indonesia yang majemuk dengan cara memberikan pengajaran agama yang komprehensif yang sesuai dengan teks (Al-Qur·an dan Hadist), serta pentingnya penggunaan akal sebagai solusi dari setiap masalah yang ada.

kata moderasi dalam surat Al-Baqarah ayat 143 yang berbunyi.

وَكَذَ ٰ⁠لِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةࣰ وَسَطࣰا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَاۤءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَیَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَیۡكُمۡ شَهِیدࣰا ۗ

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu” (QS. Al- Baqarah: 143).

Bersikap moderat berarti tidak fanatik atau berlebih-lebihan apalagi sampai pada taraf fanatime buta yang sampai mengkafirkan orang lain. Yang dimana dapat menyebabkan perpecahan bagi bangsa Indonesia. salah satu strategi kebudayaan dalam merawat keindonesiaan yaitu dengan moderasi beragama.

Peran Guru Agama dalam Menanamkan Moderasi beragama

Pentingnya pendidikan bagi seluruh warga Indonesia. Sehingga setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk menempuh pendidikan sembilan tahun. Seperti yang telah diatur dalam undang-undang nomer 2 tahun 1989. 6 tahun di pendidikan Sekolah Dasar dan 3 tahun di Sekolah Lanjut Tengah Pertama. Seorang guru tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan kepada peserta didik tetapi juga dapat membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang unggul, mandiri dan dapat mengamalkan ilmu pengetahuannya.

Jika melihat kembali pada sejarah peradaban islam, yang sebagaimana telah digambarkan oleh Mujamil Qomar (2012) bahwa islam tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan prestasi akademik yang cerah, tetapi juga untuk dapat mewujudkan kedamaian dan perdamaian umat manusia. ilmu pengetahuan sangat berperan penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia sehingga arah kemajuan sains maupun teknologi (peradaban) bisa dikendalikan dengan tetap berada dalam jalan yang lurus al-sirath al-mustaqim.

Dengan menerapkan nilai-nilai agama di sekolah serta adanya kepedulian atau dukungan dari guru dan manajemen lembaga pendidikan diharapkan dapat membentuk pribadi yang saleh baik secara individu maupun sosial peserta didik, sehingga dapat membangun watak, moral dan peradaban bangsa yang bermartabat.

 

Artikel Menumbuhkan Sikap Moderat dalam Beragama di Lingkungan Sekolah pertama kali tampil pada GEOTIMES.