Muhammadiyah Singgung Ada Menteri Jokowi yang Bersikap Elitis, Siapa?

"Beda kasta (antara Jokowi dan Nadiem). Pak Jokowi awalnya orang susah. Nadiem seumur hidup nggak pernah susah," imbuhnya.

Muhammadiyah Singgung Ada Menteri Jokowi yang Bersikap Elitis, Siapa?

JawaPos.com – Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, di era Kabinet Indonesia Maju, pembantu tugas Presiden Joko Widodo (Jokowi) alias menterinya ada yang bersikap elitis. Hal itu disampaikan melalui akun Twitter resminya @Abe_Mukti.

Padahal, kata dia Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memiliki pribadi yang sederhana dan merakyat. Ini tentu saja berbanding terbalik dengan menteri yang di maksud.

“Pak Jokowi adalah presiden yang merakyat, peduli kepada rakyat dan kaum elit. Tetapi, sebagian menterinya justru elitis, sikap dan kebijakannya jauh dan menjauhkan diri dari rakyat. Eman-eman (sayang sekali),” ungkap dia dikutip JawaPos.com, Kamis (9/9).

Sejumlah pihak pun menilai kritikan itu ditujukan untuk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Salah satunya adalah Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji.

Kata dia, Nadiem jarang sekali turun ke lapangan untuk melihat kondisi pendidikan ditengah pandemi. “Dia mau ke Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah saja saat ada masalah doang,” tutur dia.

Indra juga menilai, Mendikbudristek berada ditingkatan yang berbeda dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Maka dari itu, Nadiem masih belum bisa berempati atau merasakan kesulitan yang saat ini dihadapi masyarakat, khususnya warga pendidikan.

“Beda kasta (antara Jokowi dan Nadiem). Pak Jokowi awalnya orang susah. Nadiem seumur hidup nggak pernah susah,” imbuhnya.

Sikap elitis tersebut juga terlihat dari kebijakan-kebijakan yang dibuat Kemendikbudristek selalu menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Hal itu disebabkan karena para pemangku kepentingan tidak diajak berdiskusi dalam merumuskan kebijakan.

Permasalahan yang tengah hangat dibahas adalah pembubaran Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Semua pihak tidak mengetahui hal itu, termasuk Komisi X DPR RI.

“Memang dia nggak pernah tahu apa-apa kok. Makanya berantakan semua. Kalau hasil observasi nggak mungkin gaduh terus kan,” tandas dia.

Selain itu, Ketua Koalisi Prodem untuk Pendidikan Nasional (KP2N) Rahmat Sanjaya pun mendesak Nadiem Makarim, agar berani dan sering turun ke sekolah-sekolah. Agar terkesan tidak elitis dan bisa merakyat.

“Kalau di daerah masih masuk akal, bisa jadi karena akses jaringan. Ini di Jabodetabek, faktanya banyak siswa yang tak mau ikut belajar via zoom. Lalu gurunya bingung harus bagaimana. Saya pikir ini yang harus jadi perhatian menteri. Jadi sekali-kali baiknya kontrol ke bawah jangan terlalu elitis,” ucap dia, Kamis (9/9).