Pencetus Teori Tangan Tuhan

Salah satu tokoh ekonomi yang masih tanggal lahirnya belum diketahui secara persis ialah Adam Smith. Pencetus teori tangan Tuhan ini […] Artikel Pencetus Teori Tangan Tuhan pertama kali tampil pada GEOTIMES.

Pencetus Teori Tangan Tuhan

Salah satu tokoh ekonomi yang masih tanggal lahirnya belum diketahui secara persis ialah Adam Smith. Pencetus teori tangan Tuhan ini menurut Dugald Stewart yang merupakan filsuf dan ahli matematika yang berasal dari Skotlandia yang sekaligus sebagai penulis biografi Adam Smith, dimana menurutnya Adam Smith dilahirkan di Kirkcaldy, Skotlandia pada tanggal 5 juni 1723 M beberapa bulan setelah kematian ayahnya. Smith merupakan anak tunggal dan sebagian besar hidupnya dihabiskan bersama ibunya hingga ibunya meninggal. Smith sendiri diketahui belum menikah hingga akhir hayatnya.

Diceritakan bahwa sewaktu masa kecilnya Adam Smith pernah di culik, kemudian ditemukan kembali oleh pamannya, dalam hal ini Stewart melukiskan paman Adam Smith sebagai penyelamat yang telah menyelamatkan bagi dunia seorang jenius, yang ditakdirkan tidak hanya memperluas batas-batas ilmu akan tetapi juga untuk menjadi suluh dan pembaru bagi kebijaksanaan perdagangan Eropa, dan sampai kini bagi perdagangan dunia.

Dalam tulisan ini tentunya akan menjelaskan mengenai EKONOMI, sebagai hal yang paling dasar dalam kehidupan manusia. Jika hal mengenai ekonomi ini tidak beres ataupun keliru dalam kehidupan manusia, tentunya akan mempengaruhi khidupan sosial-budaya, politik serta lainnya dalam kehidupan manusia itu sendiri. Walaupun ekonomi ini penting tapi kita tidak hanya berhenti hanya sebatas itu.

Adam Smith mulanya dikenal dengan ahli moral kemudian gagasan-gagasannya mengenai ekonomi yang kemudian menjadikannya seorang pemikir dan pembaru bagi kebijaksanaan ekonomi, sedangkan mengenai tulisan-tulisan Adam Smith sudah tidak diragukan lagi banyaknya meskipun menjelang beliau meninggalkan ia membakar sebagian tulisan-tulisanya sendiri.

Adam Smith ketika mulai menuangkan dan memperoduksi pemikiran-pemikirannya mengenai ekonomi ada 3 situasi yang pada saat itu dihadapi pada zamannya. Pertama ialah Revolusi Industri Era 1.0 yang merupakan manusia mulai mengenal mesin uap, kemudian era 2.0 merupakan era adanya listrik, sedangkan era 3.0 merupakan eranya komputer. Kemudian seperti pada saat ini yang kita kenal dengan 4.0 yang secara umum dikendalikan oleh serba digital (internet of change).

Adam Smith hidup di situasi era revolusi 1.0 yang merupakan manusia mulai mengenal mesin uap yang berasal dari Inggris, era korporasi-korporasi, perusahaan-perusahaan maupun temuan-temuan mesin-mesin (alat-alat produksi) kemudian dengan efektifitas dengan kretifitas manusia hal ini meningkat tajam (semakin banyak dan semakin menyebar), akan tetapi tidak hanya sampai yang berupa materialisme saja yang meningkat tetapi juga pemikiran-pemikiran, ilmu-ilmu pengetahuan yang tajam yang secara spesifik dikenal dengan ekosentris dan antroposentris.

Di mana ekosentris merupakan dimana seseorang menempatkan dirinya dengan makhluk atau benda lainnya saling bergantungan ataupun berkaitan, sedangkan antroposentris ialah dimana manusia menempatkan nilai moral yang tertinggi dengan mengabaikan makhluk hidup ataupun benda lainnya. Nah untuk anda sendiri yang mana, apakah ekosentris atau antroposentris?.

Adapun definisi mengenai ekonomi secara umum merupakan tindakan ataupun perilaku manusia. Artinya, menurut Adam Smith dari tindakan manusia ini selalu ada motif maupun tujuannya. Kemudian motif/tujuannya ini sendiri ada enam diantaranya ialah:

  1. Self-love (Cinta Diri) yang berarti kepentingan diri, apapun yang kita lakukan yang pertama untuk di utamakan ialah apa yang kita inginkan lalu mewujudkannya.

2. Simpati (Pertimbangan terhadap orang lain) yang berarti tindakan yang mempertimbangkan situasi orang lain, contoh kecilnya dalam kehidupan sehari-hari misalkan anda di tempat antrian tentunya sedang menunggu antrian anda di tempat duduk yang sudah disediakan, kemudian anda melihat seorang nenek yang juga sedang mengantri akan tetapi nenek tersebut tidak mendapatkan tempat duduk yang kebetulan tempat duduk tersebut sudah penuh di duduki, lalu anda memberi tempat duduk nenek tersebut di tempat anda duduk.

3. Kebebasan (keinginan bebas).

4. Sopan Santun (rasa kepemilikan sopan santun manusia).

5. Memenuhi kebutuhan dengan cara bekerjasama dengan orang lain ketika keperluan/keinginan tidak terpenuhi maupun tidak ada. Dalam hal ini caranya kita kenal dengan sistem BARTER (bertukar barang maupun jasa), untuk era saat ini biasanya dikenal dengan organisasi, untuk mempermudah suatu pekerjaan yang tidak bisa diselsaikan hanya satu orang saja.

Artikel Pencetus Teori Tangan Tuhan pertama kali tampil pada GEOTIMES.