Protokol Kesehatan Mampu Turunkan Angka Positivity Rate Covid-19

Sebagai Duta Sehat Dettol dalam diskusi baru-baru ini, dr. Reisa menilai terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan prokes.

Protokol Kesehatan Mampu Turunkan Angka Positivity Rate Covid-19

JawaPos.com – Masyarakat saat ini dinilai semakin patuh potokol kesehatan di tengah ganasnya varian Delta. Juru Bicara Satgas Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro juga mengakui hal itu.

Sebagai Duta Sehat Dettol dalam diskusi baru-baru ini, dr. Reisa menilai terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Dari yang tadinya belum menyadari menjadi lebih sadar dan terbiasa serta mengetahui pentingnya protokol kesehatan untuk dilakukan di masa sekarang.

“Artinya protokol kesehatan ini seharusnya menjadi gaya hidup baru bermasyarakat di masa sekarang,” tuturnya secara daring.

“Oleh karena itu, seluruh pihak harus saling bahu membahu untuk mengingkatkan penerapan protokol kesehatan, salah satunya mencuci tangan dengan sabun,” kata dr. Reisa.

Terpisah, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Covid-19 Dr. Sonny Harry B Harmadi dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN mengatakan semua pihak harus meneruskan ikhtiar dan menjaga tren positif ini agar bisa terus ditingkatkan. Angka positivity rate, misalnya, sekarang sudah cukup rendah yakni 12,3 persen, tetapi masih harus diturunkan hingga di bawah 5 persen.

Ia menegaskan disiplin prokes oleh masyarakat sangatlah penting. Belajar dari negara-negara lain, seringkali terdapat lonjakan kasus ketika penerapannya dilonggarkan.

“Sementara, mutasi virus baru muncul ketika terjadi lonjakan kasus. Varian baru virus ini berpotensi mengganggu efektifitas vaksin. Karena itu, kita harus berupaya agar lonjakan kasus tidak terjadi, dengan cara mempertahankan protokol kesehatan,” katanya.