Siang Ini, KPI Rilis Kasus Pelecehan Seksual di Lembaganya

Dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan itu terjadi di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Jakarta, terhadap korban berinisial MS.

Siang Ini, KPI Rilis Kasus Pelecehan Seksual di Lembaganya

JawaPos.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kini menjadi sorotan publik luas. Penyebabnya, lembaga negara yang seharusnya menjadi benteng penjaga moralitas masyarakat lewat semua tayangan acara televisi dikabarkan terjadi pelecehan seksual di internal lembaganya.

Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kasus pelecehan seksual dialami lelaki berinisial MS yang bekerja di lembaga yang dipimpinnya. Yang hasilnya, akan dirilis siang ini usai salat Jumat.

“Nanti rilisnya jam 14.00, tunggu rilis aja ya. Rilisnya bisa melalui website KPI atau saya ke kantor,” kata Agung Suprio kepada JawaPos.com Jumat (3/9).

Meskipun ditanya beberapa hal terkait perkembangan kasus ini, ia tetap enggan memberikan penjelasan apapun. Agung Suprio meminta menunggu rilis saja karena akan dijelaskan di sana. “Sudah, sudah, saya mau ke rumah sakit ni,” kelitnya.

Dalam keterangan tertulis, Agung Surpio menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku pelecehan seksual dan bullying. Apalagi aksi jahat ini terjadi di internal lembaganya yang merupakan benteng penjaga moral bangsa lewat tayangan televisi.

“Mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Agung Suprio dalam keterangan persnya Rabu (1/9).

Diketahui, dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan terjadi di kantor KPI Pusat, Jakarta, terhadap korban berinisial MS. MS mengaku kejadian itu membayangi dirinya selama bertahun-tahun sejak bekerja di KPI.

Menurutnya, sejak awal terdapat rekan kerja senior yang mengintimidasi dan memaksa dirinya untuk membeli makan selama bekerja. MS merasa diperlakukan secara rendah dan ditindas oleh rekan-rekan kerjanya seperti budak.

Ia bercerita, pada 2015 para pelaku perundungan itu mulai melakukan pelecehan seksual. Mereka memegangi kepala, tangan, kaki hingga menelanjangi korban. Bahkan, para pelaku mencoret-coret kelaminnya menggunakan spidol.

Perbuatan itu membuat dirinya merasa trauma dan rendah diri. Ia tak bisa melawan aksi perundungan yang dilakukan secara ramai-ramai itu. Setahun berlalu, ia masih merasa stres akibat perlakuan para seniornya di kantor. Ia mengatakan sering berteriak tanpa sebab dan mengingat masa-masa pelecehan tersebut.

MS juga bercerita bahwa ia pernah dilempar ke kolam renang saat sedang mengikuti kegiatan di Resort Prima Cipayung, Bogor. Kala itu, ia sedang tertidur dan dirundung oleh para pelaku. Sekitar pukul 01.30 WIB, ia dilempar dan dijadikan sebagai hiburan.