Vaksinasi Kedua dan Kelompok Rentan Harus Dikejar

Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, kekuatan efikasi dari vaksin-vaksin yang selama ini dipakai baru bisa didapatkan setelah dua kali suntikan.

Vaksinasi Kedua dan Kelompok Rentan Harus Dikejar

JawaPos.com – Meski vaksinasi sesekali berhasil mencapai 1 juta suntikan per hari, pemerintah diminta tidak terlena. Pemerintah juga diminta tetap berfokus menuntaskan vaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, kekuatan efikasi dari vaksin-vaksin yang selama ini dipakai baru bisa didapatkan setelah dua kali suntikan. Temuan tersebut dibuktikan di berbagai uji klinis. ”Vaksin-vaksin ini memang diproduksi untuk diberikan sebanyak dua dosis. Izin EUA dari WHO juga untuk pemberian dua kali suntik,” jelas Yoga kemarin (2/9).

Bukan hanya itu, izin EUA dari BPOM Indonesia juga menyebutkan bahwa vaksin-vaksin ini dua kali disuntikkan dengan jarak waktu tertentu. Sudah banyak data yang menyebutkan bahwa efek proteksi belum memadai kalau hanya satu kali suntik. Jadi, kata Yoga, vaksin harus diberikan sebanyak dua kali agar efeknya optimal.

Selain itu, harus diingat bahwa suntikan lengkap dua dosis belum sampai 20 persen dari yang ditargetkan. ”Artinya, masih ada lebih dari 80 persen rakyat kita yang belum mendapat proteksi memadai lewat vaksinasi. Ini harus terus ditingkatkan,” ujar Yoga.

Di samping itu, Yoga menyebutkan bahwa jumlah lansia yang sudah mendapatkan vaksin juga belum sampai 20 persen. Padahal, lansia adalah kelompok pertama yang diprioritaskan setelah tenaga kesehatan.

Saat ini tren kasus aktif memang menurun. Yoga menyatakan bahwa inilah kesempatan yang sangat baik untuk memaksimalkan upaya vaksinasi di semua puskesmas dan rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia. ”Mumpung kasus sedang turun, baik kalau sekarang dimaksimalkan upaya vaksinasi di semua puskesmas dan RS yang jumlahnya sekitar 10 ribu di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat lebih mudah dan nyaman mendapat vaksin,” tuturnya.

Vaksinasi di stadion atau tempat-tempat umum lain memang bisa menjangkau lebih banyak orang dalam jumlah besar di satu waktu. Namun, ada risiko kerumunan orang. Selain itu, para penerima vaksin harus antre dalam waktu yang kadang tidak singkat.

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19, pemerintah mendatangkan berbagai jenis vaksin. Kemarin Indonesia kedatangan tahap ke-47 vaksin Pfizer. Jumlahnya mencapai 1.195.740 dosis.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, Indonesia akan mendapatkan 54,6 juta dosis vaksin Pfizer. ”Percepatan vaksinasi sudah sedemikian rupa sehingga kita makin lama makin berpengalaman melaksanakan vaksinasi lebih cepat,” kata Dante.

Dia menambahkan, selama Agustus lalu, stok vaksin bertambah sekitar 43 juta dosis. Distribusi vaksin sebanyak 20,3 juta pada pekan kelima Agustus hingga awal September. Laju suntikan juga ditingkatkan menjadi 10 juta dosis per 10 hari sejak Agustus. Karena itu, Dante optimistis target 2,3 juta dosis per hari pada September bisa tercapai.

Dia mengimbau pemerintah daerah untuk terus mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat rentan, terutama lansia dan yang memiliki penyakit penyerta. Sebab, lebih dari 50 persen pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit adalah kelompok penyakit penyerta. ”Kelompok ini menjadi prioritas,” tegasnya.